e-Repository BATAN

Advanced Search

PENGAMATAN STRUKTUR MIKRO PADA KOROSI ANTAR BUTIR DARI MATERIAL BAJA TAHAN KARAT AUSTENITIK SETELAH MENGALAMI PROSES PEMANASAN

ANWAR BUDIANTO, AB and KRISTINA PURWANTINI, KP and BA.TJIPTO SUJITNO, BTS (2009) PENGAMATAN STRUKTUR MIKRO PADA KOROSI ANTAR BUTIR DARI MATERIAL BAJA TAHAN KARAT AUSTENITIK SETELAH MENGALAMI PROSES PEMANASAN. PENGAMATAN STRUKTUR MIKRO PADA KOROSI ANTAR BUTIR DARI MATERIAL BAJA TAHAN KARAT AUSTENITIK SETELAH MENGALAMI PROSES PEMANASAN, 3 (2). pp. 107-130. ISSN 1978-8738

[img]
Preview
Text
PENGAMATAN STRUKTUR MIKRO PADA KOROSI ANTAR BUTIR DARI MATERIAL BAJA TANAH KARAT AUSTENITIK SETELAH MENGALAMI PROSES PEMANASAN.pdf

Download (4MB) | Preview

Abstract

PENGAMATAN STRUKTUR MIKRO PADA KOROSI ANTAR BUTIR DARI MATERIAL BAJA TAHAN KARAT AUSTENITIK SETELAH MENGALAMI PROSES HEAT PEMANASAN. Telah dilakukan pengamatan korosi antar butir pada material baja tahan karat austenitik jenis SS 304 setelah mengalami proses perlakuan panas (heat treatment) pada selang suhu (400-950) oC dengan variasi waktu pemanasan (holding time) yaitu 1 jam, 3 jam, 3,5 jam, dan 4 jam. Sebelum dan sesudah proses perlakuan panas, struktur mikro sampel dianalisis menggunakan mikroskop optik dan SEM (Scanning Electron Microscope). Komposisi kimia pada daerah di sekitar batas butir diamati menggunakan SEM-EDS (Energy Dispersive X-ray Spectrometer). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sampel yang mengalami perlakuan panas di bawah suhu sensitisasi yakni pada suhu 400 oC, ternyata korosi antar butir tidak teramati. Untuk sampel yang mengalami perlakuan panas pada suhu sensitisasi yakni pada selang suhu (500-900) oC, ternyata korosi antar butir dapat teramati dengan jelas. Sedangkan untuk sampel yang mengalami perlakuan panas di atas suhu sensitisasi yaitu pada suhu 950 oC, ternyata korosi antar butir masih dapat teramati tetapi tidak sejelas sampel yang mengalami perlakuan panas pada suhu sensitisasi. Dari analisis komposisi kimia di sekitar batas butir ditemukan adanya penurunan kandungan karbon (C) yaitu dari 0,61 % massa menjadi 0,47 %massa, dan untuk khrom (Cr) dari 18,37 % massa menjadi 17,76 % massa. Kata kunci : korosi antar butir, austentitik, perlakuan panas, struktur mikro, mikroskop optik, SEM-EDS.

Item Type: Article
Subjects: Rekayasa Perangkat dan Fasilitas Nuklir > Teknologi Proses Fasilitas Nuklir
Divisions: Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir
Depositing User: USER STTN BATAN
Date Deposited: 15 Nov 2018 03:14
Last Modified: 15 Nov 2018 03:14
URI: http://repo-nkm.batan.go.id/id/eprint/2017

Actions (login required)

View Item View Item