e-Repository BATAN

Advanced Search

UJI PRAKLINIS 99MTC-KANAMISIN SEBAGAI RADIOFARMAKA UNTUK PENCITRAAN INFEKSI

Halimah, Iim (2015) UJI PRAKLINIS 99MTC-KANAMISIN SEBAGAI RADIOFARMAKA UNTUK PENCITRAAN INFEKSI. Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia, 16 (1). pp. 15-28. ISSN 1411-3481

[img] Text (UJI PRAKLINIS 99MTC-KANAMISIN SEBAGAI RADIOFARMAKA UNTUK PENCITRAAN INFEKSI)
2183 - Published Version

Download (28kB)

Abstract

UJI PRAKLINIS 99mTc-KANAMISIN SEBAGAI RADIOFARMAKA UNTUK PENCITRA-AN INFEKSI. 99mTc-kanamisin merupakan salah satu radiofarmaka yang digunakan untuk mendiagnosis infeksi hingga ke bagian tubuh yang sangat dalam. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai karakteristik praklinis 99mTc-kanamisin meliputi toksisitas, sterilitas, pirogenitas, dan biodistribusi. Uji toksisitas dilakukan pada 5 ekor mencit yang diinjeksi 99mTc-kanamisin secara intra vena ekor, dilanjutkan dengan pengamatan sampai dengan 24 jam setelah injeksi. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa 99mTc-kanamisin tidak bersifat toksik. Uji sterilitas dengan metode inokulasi 99mTc-kanamisin secara langsung pada medium nutrient agar dan tioglikolat cair menunjukkan bahwa 99mTc-kanamisin bersifat steril. Uji pirogenitas pada 3 ekor kelinci yang diinjeksi 99mTc-kanamisin secara intra vena pada telinga menunjukkan bahwa suhu total respon sebesar 2,9 oC, yang berarti 99mTc-kanamisin belum bebas pirogen. Biodistribusi 99mTc-kanamisin dilakukan pada mencit yang tidak diinfeksi dan yang diinfeksi dengan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus secara intra-muskular pada 24 jam sebelum injeksi 99mTc-kanamisin. Beberapa sampel organ dan jaringan mencit diambil pada interval waktu 30, 60, dan 180 menit pasca injeksi 99mTc-kanamisin secara intravena melalui ekor mencit, menunjukkan bahwa 99mTc-kanamisin terakumulasi di dalam organ target yaitu otot paha kiri. Nilai rasio otot paha kiri terhadap otot paha kanan yang diperoleh sebesar 3,63 dan 5,64, masing-masing untuk E. coli dan S. aureus. Radiofarmaka 99mTc-kanamisin bersifat tidak toksik, steril, mengandung pirogen, terdistribusi di dalam tubuh mencit dengan baik, dan diekskresikan secara cepat dari dalam tubuh mencit melalui ginjal mulai 30 menit pasca injeksi, baik pada mencit yang diinfeksi bakteri maupun mencit yang tidak diinfeksi bakteri.

Item Type: Article
Subjects: Isotop dan Radiasi > Pemanfaatan Isotop dan Radiasi > Bidang Kesehatan
Isotop dan Radiasi > Produksi Isotop dan Sumber Radiasi > Teknik Produksi Radiofarmaka
Divisions: Pusat Sains dan Teknologi Nuklir Terapan
Depositing User: user pstnt batan
Date Deposited: 29 May 2018 02:28
Last Modified: 29 May 2018 02:28
URI: http://repo-nkm.batan.go.id/id/eprint/2020

Actions (login required)

View Item View Item