e-Repository BATAN

Advanced Search

ALIGNMENT SISTEM MAPPING UNTUK MAGNET SIKLOTRON DECY-13

Abdul Kudus, Idrus and Taufik, Taufik and Wibowo, Kurnia (2016) ALIGNMENT SISTEM MAPPING UNTUK MAGNET SIKLOTRON DECY-13. Prosiding Pertemuan dan Presentasi Ilmiah – Penelitian Dasar Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir 2016. pp. 198-2003. ISSN 0216 - 3128

[img] Text (ALIGNMENT SISTEM MAPPING UNTUK MAGNET SIKLOTRON DECY-13)
PROSIDING_IDRUS_PSTA_2016.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

LIGNMENT SISTEM MAPPING UNTUK MAGNET SIKLOTRON DECY-13. Siklotron terdiri dari komponen utama dan spesifik yaitu sistem magnet, sumber ion, sistem RF dan ekstraktor. Magnet merupakan salah satu komponen penting dalam siklotron yang berfungsi sebagai pembelok berkas ion H sehingga lintasannya melingkar. Disain magnet harus disesuaikan dengan spesifikasi siklotron agar energi proton dapat mencapai 13 MeV. Dalam konstruksi magnet siklotron,suatu perangkat pemetaan medan magnet dibutuhkan sebagai bahan analisis untuk proses shimming dalam rangka optimasi medan magnet. Proses pemetaan medan magnet dilakukan pada bidang tengah kutub magnet. Pemetaan pada medan magnet ini dilakukan berulang selama proses shimming. Selama proses ini, alat mapping dimungkinkan mengalami pergeseran atau perubahan posisi, untuk itu perlu dilakukan alignment untuk memastikan posisi probe berada di median plane kutub magnet dan memastikan posisi koordinatnya selalu sama pada setiap pengulangan pemetaan. Alignment yang dilakukan pada alat pemetaan yaitu terhadap posisi ketinggian, zeroing tesla meter dan dua hall probe alat pemetaan. Parameter yang menjadi landasan dalam pengukuran medan magnet berpatokan pada 3 unsur: sistem pensejajaran pada mesin perangkat mapping, titik referensi alat mapping dan tahapan gerakan dari koordinat x-y. Pergeseran terjadi karena perubahan ketinggian meja alat mapping dan pusat koordinat x dan y pada proses mapping. Perubahan yang terjadi pada pergeseran koordinat mapping dapat bergeser sejauh 1 sampai 2 mm untuk setiap hall probe pada koordinat x dan y dengan perubahan ketinggian meja mapping 0.05º dan perubahan pada pengukuran tesla meter sebesar 0.002 T.

Item Type: Article
Subjects: Isotop dan Radiasi > Produksi Isotop dan Sumber Radiasi > Akselerator
Divisions: Pusat Sains dan Teknologi Akselerator
Depositing User: EDITOR PSTA BATAN
Date Deposited: 02 Nov 2018 07:50
Last Modified: 02 Nov 2018 07:50
URI: http://repo-nkm.batan.go.id/id/eprint/4402

Actions (login required)

View Item View Item