e-Repository BATAN

Advanced Search

PENGARUH FERMENTASI PADA KECERNAAN JERAMI SORGUM MUTAN OLEH MIKROORGANISME RUMEN SECARA IN VITRO

Andini, L.S. and Kurniawati, Asih and Sasongko, Wahidin Teguh (2008) PENGARUH FERMENTASI PADA KECERNAAN JERAMI SORGUM MUTAN OLEH MIKROORGANISME RUMEN SECARA IN VITRO. In: Prosiding Simposium dan Pameran Teknologi Aplikasi Isotop dan Radiasi, 2008, 5-6 Agustus 2008, Jakarta.

[img]
Preview
Text
2008_00_Cover Daftar Isi.PDF

Download (10MB) | Preview
[img]
Preview
Text
2008_31_Peserta Lydia Andini.PDF

Download (2MB) | Preview

Abstract

Pada musim kemarau biasanya sulit untuk mendapatkan pakan hijauan, meskipun demikian harus dicari pakan alternative untuk ruminansia. Bahan jerami sorgum mutan yang digunakan adalah mutan menggunakan teknik iradiasi merupakan salah satu limbah pcrtanian yang bisa didapat pada musim apapun, tctapi belum diketahui kecernaannya di dalam rumen. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari pengaruh fermcntasi untuk meningkatkan kecernaan jerami sorgum. Telah dilakukan percobaan untuk mengukur kecernaan secara in vitro menggunakan cairan rumen yang diambil dari kerbau fistula dan media bufer dalam gelas syring dan diinkubasi pada suhu 39° C selama 24 jam. Jerami sorgum diferrnentasi dengan urea konsentrasi 0; 0,15; 0,30; dan 0,45 %. Probiotik digunakan sebagai starter dengan konsentrasi: 0; 0,25; 0,50 dan 0,75 %. Jerami sorgum dicacah dengan ukuran 3 - 5 em kemudian dicampur dengan urea dan starter pada konsentrasi yang telah ditentukan, Setelah itu diinkubasi dalam tong terturup pada suhu kamar selama 3 minggu. Parameter yang dianalisis adalah volume gas yang dihasilkan, kecernaan bahan kering, kecernaan bah an organik dan produksi masa mikroba. Hasil percobaan yang diperoleh adalah volume produksi gas 22,48 - 28,27 m1l200 mg BK; Kecernaan bahan kering 35,08 - 47,16 %; Kecernaan bahan organik 96,47 - 98,33 %; produksi masa mikroba 10,72 - 14,12 mg. Konsentrasi optimum untuk produksi gas adalah 0% urea dan starter 0,5 %, untuk KcBK 0 % urea dan 0,75 % starter, sedangkan untuk KcBO adalah 0,3 % urea dan 0,5 % starter. Sedangkan untuk PMM adalah 0 % urea dan 0,75 % starter.

Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
Subjects: Isotop dan Radiasi
Isotop dan Radiasi > Pemanfaatan Isotop dan Radiasi > Bidang Peternakan
Isotop dan Radiasi > Pemanfaatan Isotop dan Radiasi
Divisions: Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi
Depositing User: USER PAIR BATAN
Date Deposited: 28 Nov 2018 03:50
Last Modified: 28 Nov 2018 03:50
URI: http://repo-nkm.batan.go.id/id/eprint/6361

Actions (login required)

View Item View Item