e-Repository BATAN

Advanced Search

KONTRIBUSI PUPUK ORGANIK DAN PERANGSANG TUMBUH TANAMAN DALAM PENYEDIAAN HARA PADA TANAMAN KEDELAI (Glycine max, L.)

Haryanto, Haryanto and F., Anggi Nico and B., Taufik and Darwis, Darmawan and Puspitasari, Tita (2012) KONTRIBUSI PUPUK ORGANIK DAN PERANGSANG TUMBUH TANAMAN DALAM PENYEDIAAN HARA PADA TANAMAN KEDELAI (Glycine max, L.). In: Prosiding Seminar dan Pameran Teknologi Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi, 9-10 Otober 2012, Jakarta.

[img]
Preview
Text
24 HARYANTO.pdf

Download (239kB) | Preview

Abstract

Produksi kedelai di Indonesia masih termasuk paling rendah di bandingkan yang dihasilkan oleh Negara-negara lain. Peningkatan produksi sangat perlu dilaksanakan mengingat pentingnya kedelai sebagai bahan makanan maupun pakan. Untuk tujuan tersebut usaha yang dapat dilakukan antara lain pemupukan yang efektif dan ramah lingkungan. Paradigma penggunaan pupuk pada saat ini perlu ditekankan pada pemanfaatan pupuk organik sebagai pengganti sebagian pupuk buatan untuk meningkatkan produksi tanaman secara berkelanjutan. Telah dilakukan sebuah percobaan lapangan untuk mempelajari serapan hara P dan produksi tanaman kedelai melalui pemberian pupuk organik cair, pupuk hayati, bahan perangsang tumbuh (Oligochitosan). yang diproduksi PATIR. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 14 perlakuan dan satu kontrol serta setiap perlakuan diulang tiga kali. Kedelai varietas Rajabasa yang dihasilkan Kelompok Pemuliaan Tanaman PATIR-BATAN digunakan sebagai tanaman percobaan dalam penelitian ini. Untuk mempelajari kontribu si pemupukan terhadap serapan hara khususnya P digunakan isotop 32P sebagai perunut dengan menggunakan metode tidak langsung. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa pemberian oligochitosan (2l/ha) yang disertai pupuk cair dan pupuk hayati yang berasal dari bakteri pelarut fosfat menghasilkan produksi biji kedelai paling tinggi dan perlakuan kombinasi pemupukan ini mampu menghasilkan biji kering simpan yang tidak berbeda nyata antara pemakaian ½ takaran rekomendasi pemupukan anorganik (½R) dengan yang dihasilkan pada pemakaian pemupukan anorganik takaran rekomendasi penuh ( R ), yaitu produksi yang diperoleh masing-masing sebesar 3,06 dan 3,03 ton/ha.

Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
Subjects: Isotop dan Radiasi > Pemanfaatan Isotop dan Radiasi > Bidang Pertanian
Divisions: Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi
Depositing User: USER PAIR BATAN
Date Deposited: 11 Dec 2018 00:51
Last Modified: 11 Dec 2018 00:51
URI: http://repo-nkm.batan.go.id/id/eprint/7971

Actions (login required)

View Item View Item