e-Repository BATAN

Advanced Search

EVALUASI KEMAMPUAN SISTEM PENDINGIN REAKTOR SETELAH REVITALISASI MENARA PENDINGIN

Sukarno Sigit, SS and Susanto, Susanto and Sukiyanto, Sukiyanto and Banyu RF, BRF (2019) EVALUASI KEMAMPUAN SISTEM PENDINGIN REAKTOR SETELAH REVITALISASI MENARA PENDINGIN. Buletin "Reaktor". pp. 31-41. ISSN ISSN: 0216-2695

[img]
Preview
Text
3- SUKARNO S FIX 31-41.pdf

Download (636kB) | Preview

Abstract

EVALUASI KEMAMPUAN SISTEM PENDINGIN REAKTOR SETELAH REVITALISASI MENARA PENDINGIN. Sistem pendingin RSG-GAS terdiri dari sistem pendingin primer dan sekunder. Sistem pendingin primer berfungsi untuk mengambil panas dari teras reaktor sedangkan sistem pendingin sekunder berfungsi untuk mengambil panas sistem pendingin primer melalui heat exchanger dan melepasnya ke lingkungan. Sistem pendingin reaktor telah beroperasi lebih dari 28 tahun sehingga perlu dilakukan revitalisasi. Salah satu bagian yang diganti adalah menara pendingin. Kemampuan sistem pendingin reaktor setelah revitalisasi dapat diketahui melalui perbandingan daya kalorimetri sistem pendingin sekunder dan primer serta membandingkan temperatur masuk (Tinlet) dan keluar (Toutlet) sistem pendingin reaktor dengan nilai desainnya. Dari hasil perbandingan menunjukan perubahan daya kalorimetri di sisi primer sebanding dengan perubahan daya kalorimetri sisi sekunder. Hal ini menunjukan tranfer panas dari sistem pendingin primer ke sekunder dan proses pelepasan panas ke lingkungan berjalan dengan baik. Untuk hasil perbandingan Tinlet -Toutlet pendingin reaktor pada daya penuh 30 MW, Tinlet -Toutlet sistem pendingin primer dan sekunder tidak melampaui nilai batas maksimal desain. Dari semua perbandingan menunjukan menara pendingin baru sistem pendingin sekunder memberikan tingkat kemampuan pembuangan panas yang lebih baik pada saat reaktor beroperasi. Kata kunci: Reaktor RSG-GAS, sistem pendingin reaktor, daya kalorimetri. ABSTRACT EVALUATION OF THE CAPABILITY OF THE REACTOR COOLING SYSTEM AFTER REVITALIZING THE COOLING TOWER. The RSG-GAS cooling system consists of primary and secondary cooling systems. The primary cooling system functions to take heat from the reactor core while the secondary cooling system serves to take heat from the primary cooling system through a heat exchanger and release it to the environment. The reactor coolant system has been operating for more than 28 years so it needs revitalization. One part that is replaced is the cooling tower. The reactor coolant system capability after revitalization can be seen through the comparison of secondary and primary cooling system calorimetry power and comparing the Tinlet and Toutlet reactor coolant systems with their design values. From the results of the comparison, the change in calorimetry power on the primary side is proportional to the change in the secondary side calorimetry power. This shows the heat transfer from the primary to the secondary cooling system and the process of releasing heat to the environment goes well. For a comparison of the reactor coolant Tinlet-Outline at full power of 30 MW, the Tinlet-Outflow of primary and secondary cooling systems does not exceed the maximum design limit value. From all comparisons showing a new cooling tower the secondary cooling system provides a better level of heat dissipation when the reactor operates. Keywords: RSG-GAS reactor, reactor coolant system, calorimetry power.

Item Type: Article
Subjects: Reaktor Nuklir > Teknologi Reaktor > Sistem Reaktor
Divisions: Pusat Reaktor Serba Guna
Depositing User: EDITOR PRSG BATAN
Date Deposited: 18 Jun 2019 02:49
Last Modified: 18 Jun 2019 02:49
URI: http://repo-nkm.batan.go.id/id/eprint/8994

Actions (login required)

View Item View Item