e-Repository BATAN

Advanced Search

ANALISIS KECELAKAAN PARAH PADA REAKTOR DAYA TIPE BWR AKIBAT KEHILANGAN AIR UMPAN MENGGUNAKAN PROGRAM THALES-2 Sugiyanto, Anhar R. Antariksawan, D.T. Sony Tjahyani, Surip Widodo

Sugiyanto, Mei and Anhar Riza Antariksawan, ARA and D.T. Sony Tjahyani, DTST and Surip Widodo, SW (2003) ANALISIS KECELAKAAN PARAH PADA REAKTOR DAYA TIPE BWR AKIBAT KEHILANGAN AIR UMPAN MENGGUNAKAN PROGRAM THALES-2 Sugiyanto, Anhar R. Antariksawan, D.T. Sony Tjahyani, Surip Widodo. In: Prosiding Presentasi Ilmiah Teknologi Keselamatan Nuklir VIII ISSN No. 1410-0533, 26 dan 27 Pebruari 2003, Pusat Teknologi dan Keselamatan Reaktor Nuklir.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK ANALISIS KECELAKAAN PARAH PADA REAKTOR DAYA TIPE BWR AKIBAT KEHILANGANAIR UMPAN MENGGUNAKAN PROGRAM THALES-2. Telah dilakukan analisis kecelakaan parah pada reaktor daya tipe BWR menggunakan program THALES-2. Kecelakaan awal yang dipostulasikan adalah kehilangan air umpan yang diikuti dengan gagalnya ECCS baik pada high pressure injection system maupun low pressure injection system, sedangkan Automatic Depressurization System (ADS) dan spray system dapat berfungsi. Program dijalankan dengan lama sekuensi 100 menit setelah terjadi kecelakaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada sekitar 14 menit setelah kecelakaan teras mulai tak tergenangi air dan pada waktu sekitar 42 menit setelah kecelakaan mulai terjadi pelelehan teras. Namun demikian, tekanan dalam bejana reaktor dapat dipertahankan rendah yaitu pada tekanan atmosfir karena berfungsinya ADS. ABSTRACT ANALYSIS OF SEVERE ACCIDENT INITIATED BY LOSS OF FEED WATER IN THE BOILING WATER RECTOR USING THALES-2 CODE. Analysis of severe accident in the boiling water reactor using THALES-2 code has been conducted. The initiating event was loss of feed water followed by both high pressure injection system and low pressure injection system failure, but automatic depressurization system (ADS) and spray system could be functioned. Severe accident was analysed by executing the software until 100 minutes after the accident occurred. This analysis showed that core uncovery occured at about 22 minutes after accident so that core melt will be occured. However, the pressure in reactor vessel could be kept low at atmospheric pressure with help of ADS.

Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
Subjects: Keselamatan dan Keamanan Nuklir
Divisions: Pusat Teknologi dan Keselamatan Reaktor Nuklir
Depositing User: USER PTKRN BATAN
Date Deposited: 21 Apr 2020 07:04
Last Modified: 21 Apr 2020 07:04
URI: http://repo-nkm.batan.go.id/id/eprint/9772

Actions (login required)

View Item View Item